Beranda Opini Pendidikan (Berorientasi) Nilai

Pendidikan (Berorientasi) Nilai

45
0

Oleh DR Masud HMN*)

Melayu Pos Indonesia – Pendidikan berorentasi nilai atau akhlak adalah sebuah proses untuk mencapai tang terbaik, berguna, bermamfaat buat diri sendiri dan orang banyak menjadi manusia seutuhnya. Hal itu dilaksanakan seumur hidup. Itulah tujuan pendidikan yang ideal menjadikan manusia beraklak Pendidikan berorientasi akhlak menjadi penting dengan alasan.

Pertama : Pendidikan tanpa menjadikan manusia berakhlak, akibatnya dapat membawa masyrakat rusak, tentu itu tidak diinginkan. Pada era kini itulah yang jamak terjadi. Masyarakat rusak lantaran pendidikannya keluar dari tujuan. Korupsi menyebar dimana mana, politik bohong, janji khoianat.

Masyarakat yang tidak berakhlak seperti masyrakat yang berorientasi materi adalah satu contoh. Betapa banyak derivasi dari materielitis itu. Bisa politik di bawah pengaruh materi, kebudayaan dipengaruhi materi, bahkan Agama pun rusak lantaran materi.

Kedua : Gejala itu merupakan pengaruh materi . Politik atau kekuasaan ditentukan materi, penguasa berkiblat pada materi. Jadi intinya Materi itu sesuatu factor mujarab, penentu, pengendali system masyarakat. Materi atau uang berkuasa.

Fenomena tersebut tak syak lagi adalah gambaran mayasrakat kita semakin jauh dari tujuan. Yaitu bukan yang terbaik,kurang berguna dan kurang bermutu. Sementara indikasi pendidikan yang ideal itu adalah terbentuknya kemampuan rational. ktrampilan dan ahklak yang baik.

Dalam ajaran Islam dinyatakan dalam sifat Akhlak, yang mencerminkan perilaku, perbuatan, perangai terpuji. Tentang akhlak ini disampaikan dalam hadis nabi Muahammad Rasulullah SAW sebagai berikut : Aku diutus kecuali hanya untuk menyempurnakan ahklak manusia (HR Baihaqi dari Abu Hurairah).

Penjelasan hadis ini bahwa sesungguhnya Tugas ke Rasulan Muhammad itu membentuk akhlak atau perilaku manusia yang baik. Meninggalkan kerusakan, kejahatan, serta kebejatan dan lain sebagainya. Hal itu dinyatakan sebagai ahklakul karimah (perilaku yang baik) atau menjadi insan kamil (manuisa yang sempurna).

Tugas kenabian untuk menjadi manusia beraklak mulia itu di sifatkan atau ditunjukan sifat keteladanan Rasul dalam beberapa indicator. Yakni :

  1. Amanah ( bertanggung jawab). Manusia beraklak bertanggung jawab atau berintegritas, dapat dipecaya.
  2. Siddiq bermakana jujur, tidak bohong Mnusia beraklak bersifat perangai jujur.
  3. Fatanah bermakana cerdas pintar, Indikator orang beraklak itu bisa memahami, bisa mengerti persoalan.
  4. Tablig, maknanya orang berakhlak suluh penerang, penyampai kebenaran. Bukan orang yang menyembunyikan kebenaran.
    Dari paparan diatas pada intinya inilah indicator dari orang yang berakhlak mulia.

Maka orang beraklak itu adalah orang yang mulia dengan indicator nya amanah, siddiq, patanah dan tablig. Tanpa indicator itu atau bertenetangan dengan indicator itu, misalnya pembohong, khianat, munafiq, kurang cerdas dan curang menyembunyikan kebenaran maka mereka bukan bearklak mulia.

Dalam persefektif itu, ahklak mulia adalah ideal sebagai tujuan utama pendidikan Yang dalam pengejawantahannya ditunjukkan oleh indicator yang jelas dalam sifat amanah, siddiq, tablig dan fatanah. Tanpa itu pendidikan tidak beraklak yang bukan saja tidak bermamfaat. melainkan dapat membawa kerusakan. dan kebinasaan

Jakarta 2 September 2021
*) DR Masud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammdiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta. Email : masud.riau@gmail.com

Baca Juga :

KPK Kehilangan Kekuasaan

Baca Juga :

Sirkulasi Air Tidak Lancar, Warga Harapan Makmur Keluhkan Tiga Tahun Parit / Primer Tidak Tersentuh Tebas Bayang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here