Beranda Opini Kearifan Global dan Kemenangan Taliban Di Afghanistan

Kearifan Global dan Kemenangan Taliban Di Afghanistan

71
0

Oleh DR Masud HMN*)

Melayu Pos Indonesia – Diraihnya kemenangan di Afghanistan oleh kelompok Taliban baru baru ini mengejutkan, mengingat tak siapa yang menduga sama sekali. Sehingga lahir analisa beragam menanggapi sukses Taliban tersebut. Mulai dari opini lahirnya Negara Teroris, dan ada juga yang menilai ini peristiwa menarik, bagus untuk keseimbangan politik Asia Selatan. Afganistan sebagai Negara moderat baru dalam hubungan internasional.

Opini memberi label Teroris tergadap Afghanistan menyamakannya dengan ISSIS yang dulu juga hampir saja menguasai Iraq membawa kerisauan. Namun kemudian selesai dan Iraq tetap jadi Negara moderat hingga kini. Artinya label Teroris adalah alasan yang dicari cari yang bisa jadi tidak relevant atas ungkapan Teroris lagi itu ke itu lagi.

Analisa lain adalah dimunculkan pokok pikiran tentang kearifan global untuk melihat situasi Afghanistan tersebut. Tidakkah ada sisi lain sebagai argument menjelaskan Afghanistan yang baru. Menghapus fenomena dimasa lalu Afghanistan disebut teroris karena melawan Uni Sovyet kemudaian datang Amerika yang dilawan juga oleh rakyat Afghanistan lagi disebut Teroris juga.

Pada logika intinya Afghanistan bukan Teroris melainkan sebuah Negara yang sedang menegakkan kedaulatannya, melawan musuh negaranya. Dulu melawan Uni Sovyet disebut Teroris, melawan Amerika disebut juga Teroris. Kalau begitu jika melawan Negara yang intervensi sebuah negara lain. akan diberi nama Negara Teroris itu kekeliruan.

Dalam hal ini menarik apa yang dikatakan Yusuf Kalla mantan Wakil Presiden Indonesia bahwa Afghnistan akan menjadi Negara damai.(16/8/2021). “ Hal itu mereka inginkan sejak lama” kata pak Yusuf Kalla dalam acara Webinar di Jakarta.

Dari pandangan pak Yusuf Kalla sejarah panjang Negara itu menemukan fenomena anti these bahwa akhirnya Taliban memenangkan konflik tersebut. Bercermin pada perang lama Amerika Vietnam tahun enem puluhan , bagai manaapun 20 tahun perang di Afghanistan tidak berguna membawa pertumpahan darah belaka. Amerika sudah lelah dengan perang Afghanistan dan ingin keluar. “Tentara Amerika sudah lelah”  ungkap Yusuf Kalla.

Presiden Amerika dalam hal ini telah mengambil keputusan 18 Agustus lalu batas akhir keluar hengkang, dan menarik 100.000 personil pulang tentaranya. Mengingat perang yang tidak menentu dan hanya menghabiskan dana perang dari sumber keuangan asal pajak rakyat Amerika. Seperti dilansir dari CNBC edisi 17 Agustus 2021, bahwa negeri paman Sam itu telah menghabiskan 2,26 Triliyun US Dollar, untuk perang Afghanistan tahun 2001 sampai 2021.Disamping tenatara yang tewas 2.300 orang ditambah 20.000 lebih yang cedera.

Demikianlah persoalan Afghanistan dan kemenangan Taliban yang dapat kita lihat sejauh ini. Apa selanjutnya masih kita tunggu. yang berlaku. Baik berkaitan dengan stabilitas, keamanan, dan hari depan Afghanistan. Kita doakan sukses.

Hemat Penulis, dalam persfektif Indonesia adalah masa besar telah lahir bagi Afghanistan menunggu tangan tangan putra terbaik negeri itu memamfaatkanya. Satu hal adalah pentingnya kearipan global dijadikan dasar melihat masalah yang ada. Ya, sekali lagi kearipan global. Tidak sekadar isu Taliban Teroris, fundamentalis dan semacmanya.Isu klasik itu baik kita tinggalkan.

Jakarta 24 Agustus 2021
*) DR Masud HMN adalah anggota Hubungan Luar Negeri PP Muhamadiayh dan Dosen Pascsarjana Univeritas Muhammmadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta : email masud.riau@gmail.com

Baca Juga :

Pemdes Cuhai Lamandau Bangun Jembatan, Gerbang Wisata Air Terjun Silikan Panjang

Baca Juga :

Ismail Sabri Jacoob PM Baru Malaysia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here