Beranda Opini Ismail Sabri Jacoob PM Baru Malaysia

Ismail Sabri Jacoob PM Baru Malaysia

93
0

Oleh Masud HMN*)

Melayu Pos Indonesia – Ismail Sabri Yacoob akhirnya resmi dilantik jadi Perdana Menteri (PM) Baru Malaysia ke 9 oleh Yang Dipertuan Agung Sultan Abdullah Ri’ ayatuddin all Mustafa Billa Sah Raja Malaysia 21 Agustus 2021 lalu menyudahi sengketa politik yang menerpa. Figur yang sebelumnya menjabat Wakil Perdana menteri berusia 61 tahun itu pribadi moderat dan cukup andal, nampaknya tepat untuk menangani hiruk pikuk persaingan politik Malaysia belakangan ini. Ia akan melanjutkan tanggung jawab Muhyiddin Yasin dalam periode sisa jabatan Perdana sebelumnya yang mengundurkan diri, Seperti dilansir harian Star Malaysia, Ismail Sabri Yacob yang dicalonkan UMNO memperoleh dukungan 114 dari 222 suara mayoritas ahli perlemen dari semua kandidat yang ada, “Antara lain Anwar Ibrahim dari partai Keadilan” tulis harian Star edisi 21 Agustus 2021.

Sehingga Ismail Sabri Yacob yang menjadi wakil Presiden UMNO itu berdasar hasil undi telah mendapat dukungan mayoritas. Seterusnya sesuai kewenangan Yang Dipertuan Agung dengan pemerintah berperlemen yang mendapat suara lebih itulah yang berhak menjadi PM. Dukungan mayority itulah bukti legitimasi pemerintahan atau tidak legitimatenya kerajaan. Seperti PM Muhyiddin Yassin ia kehilangan dukungan mayority ahli perlemen karenanya mengundurkan diri.

Menjadi tantangan masa hadapan bagi PM Sabri adalah masalah wabah pandemi dan kelanjutan dampak politik belakangan ini dan soal Pilihan Raya (PRU) ke 15. Dua hal utama ini yakni soal wabah pandemic dan politik menghadapi PRU tidak ringan. PM Sabri harus bekerja sungguh sungguh termasuk soal ekonomi.

Terhadap soalan wabah pandemi dan pemulihan ekonomi mungkin tinggal meneruskan atau tindak lanjut. Karena apa karena telah ada rencana semula yang mana sang PM telah melakukannya. Artinya dapat dikatakan soalan yang relative agak ringan.
Akan tetapi soalan politik berbeda. Ada kondisi carut marut atau konflik didalamnya. Hemat penulis setidaknya ada dua masalah yaitu politik partai UMNO,yang kedua masaalah partai keadilan.Artinya sama berbasis Melayu, namun belum dapat jalan seiring.

Sebagaimana kita tahu, UMNO yang membawa bendera partai orang Melayu sudah berkuasa lama.Hanya peiode terakhir ini UMNO dibawah pimpinan Najib Razak kalah. Ini sebuah ironi ditanah bumi Melayu partai Melayunya kalah. Apa yang salah.

Secara sederhana UMNO partainya Melayu tapi perjuangannya tidak lagi, sudah bergeser. Tidak salah kalau ada partai Keadilan, parti Pribumi Bersatu menjadi wadah perjuangan politik Melayu. Bukan saja tidak sama tetapi malah bermusuhan.

Kita mencatatt bagaimana pertembungan Mahathir Muhammad dam Najib Razak serta Anwar Ibrahim sehinga tokoh itu belum dapat duduk bersama. Terhadap Fenomena ini bukan saja menarik tetapi amat penting dikaji karena menimbulkan akibat dilemma bagi masyarakat Melayu.

Apakah harus membela partai berbasis kepentingan masyrakat Melayu atau membela kepentingan UMNO. Sebab masyarakat Melayu dan UMNO tidak identik lagi seperti awalnya. Meski kemudian dicoba membentuk Barisan Nasioanl (BN) yakni sebuah wadah kordinasi partai yang disponsori UMNO.

Paparan diatas menjelaskan UMNO belakangan ini. Syukurlah UMNO berkuasa lagi dengan dilantik nya PM Ismail Sabri Yacob. Tinggal lagi bagaimana UMNO memainkan peranan yang elok.Memperbaiki kekeliruan tokoh masa lalu yaitu salah guna kuasa,rusuah atau korupsi yang fenomenal.Yang terbaik bagi Malaysia itulah yang berguna bagi masyrakat Melayu
Dalam persfektif ini kita masyrakat Indonesia menyampaikan ucapan selama berkhidmat pada Negara. Kemudian iringan doa kepada PM Ismail Sabri Yacoob. Semoga sukses.

Jakarta 21 Agustus 2021
*) Dr Masud HMN adalah Ketua Pusat Kajian Peradan Melayu (PKPM) Jakarta dan Dosen Pascasarjana Universitas Muhammmadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta, email masud.riau@gmail.com

Baca Juga :

Berantas Narkoba, BNNK Tanjabtim Harus Lakukan Sosialisasi Disekolah

Baca Juga :

In memoriam Bang ADS *SELAMAT JALAN ABANGKU*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here