Beranda Indonesia News Cemari Sungai Alam Simpang Kiri, Dan Gunakan Alat Berat Buka Lahan Yang...

Cemari Sungai Alam Simpang Kiri, Dan Gunakan Alat Berat Buka Lahan Yang Belum Jelas Statusnya, Kegiatan Dihentikan Oleh Satpol PP Dan Kepala Desa

67
0

Tanjung Jabung Timur, Melayuposindonesia.com – Senin 19 Juli 2021 Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang dipimpin oleh Kabid Satpol PP bersama beberapa Satpol PP Kabupaten, Kasi Trantip Kecamatan Mendahara Ulu Muslimin, S.os., Kepala Desa Pematang Rahim M. Dong hentikan kegiatan salah satu pembukaan lahan yang ada di Pematang Rahim.

Bermula berdasarkan laporan dari warga bahwa belakangan ini Sungai Alam Simpang kiri sering kotor dan terlihat seperti bercampur lumpur dan adanya pembukaan lahan dibagian Ulu Sungai Simpang kiri yang menggunakan excavator.

Berdasarkan laporan warga yang sudah beberapa kali menyampaikan kepada Pemerintah Desa karena sebagian besar warga menggunakan sungai untuk mandi sehari -hari, akhirnya Pemerintah Desa menelusurinya dan setelah mengetahui bahwa dikarenakan adanya Kegiatan pembukaan lahan dibagian Ulu Sungai yang nasih berempat di wilayah Desa Pematang Rahim, Kepala Desa berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Dan pihak Kecamatan pun berkoordinasi dengan Kabupaten dan akhirnya pada hari senin, Pukul 16:00 Wib. Langsung ke lokasi yang dimaksud.

Setibanya dilokasi terlihat ada kegiatan mesin penyedot air Yang cukup besar sedang aktif, sedot air yang berlumpur dan membuangnya ke Sungai Alam Simpang Kiri, selain itu terlihat juga ada 3 unit alat berat Excavator ditempat yang terpisah sedang berhenti, baru usai bekerja.

Salah satu orang kepercayaan atau pekerja dilokasi tersebut berjumlah 5 Ekskapator, 3 milik pribadi yang memiliki kebon ini, dan 2 di rental”ucapnya”.

Dan saat di pertanyakan oleh Trantip bersama Satpol PP dan Kepala Desa siapa pemiliknya dan apa status dari kebon, orang itu hanya sebut Nama Pemilik Namun Dia sendiri Tidak Tau Menau soal apa status lahan itu, apakah pribadi atau perusahaan”ucapnya”.


Namun yang jelas dilokasi tidak ada tanda-tanda yang menyebutkan perusahaan karena tidak ada lapan informasi dan saat dikonfirmasi lagi terkait luas lahan yang di kelola saat ini ‘Aki (Perwakilan Pemilik Lahan) sebut Hanya 132 Hektar dan saat di minta legalitasnya dia hanya menjawab ada dengan bos, karena belom ada titik terang atau kejelasan status lahan Tersebut, Kepala Desa, Kasi Trantip Dan Satpol PP minta untuk saat ini sampai dapat menunjukkan legalitasnya semua kegiatan dihentikan khususnya mesin pompa penyedot dan pembuang air lumpur yang menyebabkan tercemarnya sungai alam Simpang Kiri dan ditambah lagi kegiatan alat berat.

Muslimim S.sos.Menyampaikan Kepada Awak Media Bahwa Sampai Mereka Belum Tunjukkan Legalitasnya Tidak Boleh Ada Kegiatan Apalagi Nantinya Bila Mereka Tidak Dapat Tunjukan Kita Akan Berikan Sangsi dan Tindak berdasarkan Undang-undang Yang Berlaku.”ucapnya”.

Kepala Desa M.Dong Juga Sampaikan Bahwa Selama ini Beliau Tidak Tau Bahwa Adanya Kegiatan Tersebut Karena Memang Mereka ataupun Salah Satu Perwakilan Tidak Pernah Sampaikan apalagi melaporkan bahwa adanya kegiatan Mereka.”ucapnya”


Dan kita Berikan Waktu Untuk Mereka Persiapkan Data-data Yang Di Minta atau di Perlukan untuk Mengetahui legalitasnya dan kami juga Pemerintah Desa Akan Menunggu nya Namun Berdasarkan Laporan Warga Terkait kotornya dan tercemarnya sungai alam simpang kiri yang Saat ini sudah Diketahui Penyebabnya adalah Mesin penyedot lumpur yang di buang ke sungai agar tidak lagi di aktifkan dan Bila nanti masih saja di lakukan maka kami akan Berikan Tindakan.”tegasnya”. Edi.H.Sembiring

Baca Juga :

Masjid Raya Nurul Hikmah Desa Bangun Karya Potong 15 Ekor Hewan Qurban

Baca Juga :

Membangun Kepekaan Hati Nurani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here