Beranda Opini Bank Muamalat Masuki Era Baru

Bank Muamalat Masuki Era Baru

25
1

Oleh DR Masud HMN

Melayu Pos Indonesia – Dengan terjadinya hibah dari Islamic Development Bank (IDB) berpusat di Jeddah Saudi Arabia, Bank Boubyan, Attwil Holding Limited, National Bank Kuwait. IDB foundation dan BMF Foundation kepada Badan Pelaksana Kegiatan Haji (BPKH) maka Bank Muamalat memasuki era baru sebagai bank syariah pertama di Indonesia.

Dengan hibah lembaga tesebut diatas kepada BPKH menjadikan munculnya BPKH menjadi pemegang saham utama atau saham mayoritas di Bank Muamalat yakni sebesar 78, 45 percent, Seperti dilansir media Bisnis Jakarta 16 November 2021, bahwa untuk selanjutnya diperlukan manejemen baru untuk melaksanakan operasional meningkatkan keinerja keberadaan Bank Muamalat . Yakni berkaitan sumber daya manusia (SDM) serta perencanaan strategis lainnya.

“Dengan penanda tanganan akta persetujuan hibah menjadi momentum positif untuk memperkuat perseroan” kata direktur Bank Muamalat Achmad K Permana.

Secara umum apa yang dikatakan Achmad K Permana Tuna sudah tepat, Karena BPKH sebagai lembaga keuangan haji mendapat hibah saham untuk diberdayakan pemegang saham utama di Bank Muamalat. Hal itu dapat dilihat dari hal berikut Pertama soal membangkitkan tata kelola manajemen, berbasis SDM karena kunci untuk bisa bangkit semula.

Dengan mengutip Fauziah Rizky Yuniarti seorang peneliti Ekonomi Syariah dari INDEF yaitu BPKH harus memiliki intervensi penuh untuk merombak organisasi Bank Muamalat. Karena bagaimanapun dana BPKH adalah dana dari Jemaah haji yang tak boleh salah pengunaaannya.

Tujuannya mempertahankan kredibiltas berbasis kehati hatian dan profesionalitas
“Cari tahu what when wrong (apa, kapan, kesalahan) dari manajemen yang ada siapa yang bertanggung jawab agar masaalahnya diketahui dan diselesaikan dengan cepat” kata Fauziah Rizky Yuniarti.

Yang kedua, tentang perlunya personal yang tepat dalam mengemban Bank Muamalat yang baru. Seperti tokoh perbankan dan keuangan yang berpengaalamn Mereka tokoh cemerlang diluar atau membesarkan Muamalat dimasa lalu.

Kita bisa menyebut Prof Dr Bambang Sudibyo mantan Menteri keuangan, Dr Riawan Amin mantan Dirut bank Muamalat, Kemudian Beny Wijaksono dari mantan Bank Mega Syariah kini anggota BPKH, serta Zainul Bahar Nur mantan direktur bank Muamalat dan Duta Besar RI di Yordania.

Dari dua sudut pandang itu yakni perlunya manajemen dan personal yang andal maka kebangkitan Bank Mumalat adalah sesuatu yang niscaya. Tanpa itu sulit untuk menempatkan Bank Muamalat bangkit berjaya.

Apalagi dalam persaingan global sekarang ini. Kita berharap Indonesia punya bank syariah yang maju mengiringi langkah bangsa Indonesia kedepan. Semoga !

Jakarta 20 November 2021
*) Dr Masud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

Email : masud.riau@gmail.com

Baca Juga :

Sigap !! Viral Diberitakan, Disdik Tulang Bawang Panggil Kepala SDN 1 Tri Karya

Baca Juga :

Paguyuban NTT Di Lamandau – Kalimantan Tengah Adakan Acara Syukuran Arisan KKB-NTT

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here