Beranda Opini PM Malaysia Kompromi Dengan Pembangkang

PM Malaysia Kompromi Dengan Pembangkang

41
0

Oleh DR Masud HMN*)

Melayu Pos Indonesia – Perbedaan politik pihak Kerajaan dibawah Perdana Menteri Ismail Sabri Yacob dengan kelompok Pembangkang Pakatan Harapan (PH) dipimpin Anwar Ibrahim belakangan ini di Malaysia diterpa problem rumit, Namun ternyata ada solusinya, Luar biasa !

Yaitu PM Ismail Sabri Yacob dan Anwar Ibrahim dari Pembangkang bertemu lalu ditanda tangani kesepakatan Mutual of Understanding (MoU) antara dua belah pihak 12 September 2021 lalu.

Solusi itu tentu belum memuaskan semua pihak. Ada yang berkorban untuk mencapai kesepakatan tersebut. Ya, demikianlah solusi yang dapat disepakati dipercaya itulah terbaik diantara alternative yang ada. Hal ini sebagaimana kita ketahui, gendang pertikaian yang ditabuh adalah berkisar kedudukan Ismail Sabri Yacob formalnya didukung UMNO dengan legitimasi mayoritas tipis yaitu 114 lawan 95.Yang masaalah pula harus disahkan Parlemen sidang 16 Sepetember 2021, dibawah bayangan akan ada ahli perlemen yang berubah. Sekilas pandang PM punya kegelisahan mayoritas tipis itu bisa saja tumbang sidang perlemen. Berakibat Kerajaan jatuh.

Konsekwensi nya PM harus diganti dengan figure lain. Satu keadaan yang tidak dikehendaki. Bahkan ada yang meprediksi Malaysia akan menghadapi kerusuhan dalam sidang perlemen. Muncul persoalan sulit. Kalau itu terjadi bisa saja Yang Dipertuan Agong Raja Malaysia negambil alih dengan menetapkan kondisi darurat.

Nuansa politik itu cukup alasan mengingat kelompok pembangkang semakin mendapat simpati dan dukungan kuat. Pihak kerajaan dalam hal ini PM Ismail Sabri Yakob mencari antisipasi jalan pintas yang elok. Ya itulah MoU
Pembangkang tidak bergabung dengan Kerajaan, namun merumuskan kebijakan bersama. Antara lain pembentukan dewan pengarahan kebijakan nasional, reformasi perlemen, penguatan kekuatan kehakiman jauh dari pengaruh kerajaan, dan menyiapkan Pilihan Raya sesuai waktu yakni Juli 2022.

Kembali soal MoU, inilah jalan tengan pemerintah tidak jatuh dalam sidang perlemen 16 September esok. Jaminan pihak oposisi akan mendukung penuh karena sudah ada titik temu. Yang menjadi kan kepentingan rakyat, memperkasakan kebersamaan ketimbang urusan pribadi atau kelompok.

Bagaimanapun Malaysia amat teruk dengan pandhemi Covid 19. Tak bisa lagi diabaikan, apalagi membawa bawa campur aduk pertikaian politik. M eletakkan Matlamat utama penting. Yaitu pemulihan ekonomi, menyelesaikan musibah Covid 19 dengan segera.

Dapat disimpulkan telah ditemukan inisiativ hebat dari lompromi dua tokoh Ismail Sabri Yacob dan Anwar Ibrahim yang dapat mengelakkan pertikaian politik Malaysia. Dengan itu masalah utama Pandhemi Covid 19 dan pemulihan ekonomi dapat difokuskan penanganannya. Sidang perlemen 16 September 2021 akan lebih bermakna bagi rakyat Malaysia, Semoga demikinlah.

Jakarta 15 September 2921
*) Penulis adalag Dosen Pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta, Email : masud.riau@gmail.com

Baca Juga :

Waka Polres Tanjabtimur Tinjau Gerai Vaksin Di Desa Bangun Karya

Baca Juga :

Pendidikan (Berorientasi) Nilai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here