Beranda Indonesia News OKNUM KEPALA SMKN 1 SETU BEKASI SUGIYO DIDUGA KUAT MELAKUKAN KORUPSI BOS...

OKNUM KEPALA SMKN 1 SETU BEKASI SUGIYO DIDUGA KUAT MELAKUKAN KORUPSI BOS 2020

135
0

BEKASI, MELAYUPOSINDONESIA.COM –
Dugaankuat Korupsi serta Mark Up dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2020 diduga dilakukan oleh oknum kepala sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Setu Bekasi, Cabang Dinas Wilayah III Bekasi, Provinsi Jawa Barat, saat ini yang dipimpin oleh Sugiyo.

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2020 Tentang Perubahan atas peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah reguler Pasal 9A menyebutkan (1) Selama masa penetapan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah Pusat, sekolah dapat menggunakan dana BOS Reguler dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. pembiayaan langganan daya dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) huruf g dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data,dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah.
  2. pembiayaan administrasi kegiatan sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 2 huruf e dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman (disinfectant), masker atau penunjang kebersihan lainnya.

Pada kegiatan siswa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuat kebijakan dan aturan bagi seluruh sekolah, dimana siswa melaksanakan pembelajaran secara Daring (dalam Jaringan), sementara itu pula tenaga Pendidik menyampaikan materi pembelajaran dengan Work From Home (WFH) dimana proses
pembelajaran telah berlangsung sejak Bulan April 2020 sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan.

Namun dari pelaporan BOS tahun 2020 SMK Negeri 1 Setu Bekasi dicurigai kejangalan atas
pembiayaan diantarannya kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Tahun 2020 dimana anggaran kegiatan tersebut Cukup Pantastis sebesar Rp.700.849.000, dan Pembiayaan administrasi kegiatan sekolah SMK Negeri 1 Setu juga di temukan nilai Rp.99.595.000.

Dimana pembiayaan penggunaan anggaran tersebut didugakuat terjadinya manipulatif,
pasalnya tidak adanya penjelasan rinci atas jawaban yang disampaikan yang tidak memuaskan.

Pembiayaan administrasi kegiatan sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 2 huruf e dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman (disinfectant), masker atau penunjang kebersihan lainnya. Dalam Penyedian Alat Kesehatan, penaggulangan COVID 19, apa saja yang telah tersedia yang akan di peruntukkan kepada siswa, tidak dapat diterangkan secara jelas dan lebih rinci oleh Sugiyo.

Pada Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Tahap I, Tahap II dan Tahap III BOS Tahun 2020 yang besarnya Rp.700.849.000 dan Pembiayaan administrasi kegiatan sekolah Tahap I, Tahap II dan Tahap III penggunaan BOS 2020 sebesar Rp.99.595.000,- media Melayu Pos mendapat jawaban dari kepala SMK Negeri 1 Setu Sugiyo tanpa nomor surat, tertanggal 22 April 2021 dalam surat balasan tersebut hanya menyebutkan “kami rencanakan dan kami tunaikan sesuai dengan ketentuan berlaku, dan telah kami laporkan sebagai mana mestinya.

Berdasatkan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan media Melayu Pos tidak mendapatkan secara terinci sehingga hal ini menimbulkan kecurigaan semakin kuatnya dugaan dan terjadinya Mar-Up pada penyerapan anggaran BOS Tahun 2020 pada
masing-masing Item kegiatan.

Pembiayaan Penggunaan Anggaran Langganan daya dan jasa BOS Tahun 2020 SMK Negeri 1 Setu Bekasi sebesar Rp.159.220.000, dimana adanya Ketentuan juknis menyebutkan, pembiayaan langganan daya dan jasa dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data,
dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam
rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah, hal ini juga tidak dapat diterangankan oleh
Sugiyo, berapa kali penyerapan pembelian paket Pulsa dan berapa jumlah siswa yang
menerima paket pulsa dalamkurun waktu Apri sampi Desember 2020.

Pada suarat konfirmasi menyampaikan pertanyaan penggunaan Angaran pada penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di
dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama pada Laporan BOS Tahap I, Tahap II dan Tahap III Tahun 2020 sebesar Rp.22.860.000 hal ini juga tidak mendapatkan jawaban dari Sugiyo selaku penangung jawab pengguna Anggaran BOS Tahun 2020 pada SMK Negeri 1 Setu Bekasi.

Dugaan kuat atas terjadinya Korupsi dan Mae-Up dana BOS 2020 yang di alamatkan Kepada
Oknum Kepala SMK Negeri 1 Setu Kabupaten Bekasi Sugiyo bukan tanpa sebab, dimana
surat Konfirmasi dan Kelarifikasi yang di sampaikan Melayu Pos dengan Nomor surat
007/KF.SKM.M.P/IV/2021, tertanggal 21 April 2021 turut melampirkan Laporan Pengunaan
Anggaran BOS Tahun 2020 yang diperoleh dari laman Informasi Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan ini, tidak mampu untuk dijawab dan menjelaskan secara terinci atas ke 4 POIN
pertanyaan yang di sampaikan perihal penggunaan BOS Tahun 2020 kepada publik.

Diminta aparat Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk dapat mendalami dan mengusut dugaankuat
korupsi dan mar-up BOS tahun 2020 di SMK Negeri 1 Setu Bekasi. – JONNY S –

Baca Juga :

Junaedi Rahmat, JMS Berikan Pemahaman Hukum dan Berkarakter Baik bagi Siswa

Baca Juga :

Kudeta Kekerasan di Myanmar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here