Beranda Berita Utama *Kemenhub Dukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial*

*Kemenhub Dukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial*

29
0

JAKARTA (MELAYU POS INDONESIA) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Kementerian Perhubungan Tahun 2021 merujuk pada tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang telah disesuaikan. Yaitu mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Hal ini disampaikan oleh Budi Karya Sumadi saat Rapat Kerja secara virtual dengan Komisi V DPR RI tentang Pembicaraan Pendahuluan Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA) dan Rencana Kerja Pemerintah Kementerian dan Lembaga (RKP) dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021 di Jakarta, Selasa (23/6).

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden agar tema pembangunan pada tahun 2021 adaptif dan responsif terhadap percepatan penanganan Covid-19. Sebelum pandemi Covid-19 tema RKP tahun 2021 yaitu “Meningkatkan Industri, Pariwisata, dan Investasi di Berbagai Wilayah Didukung oleh SDM, dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan Berkualitas”.

“Yang kami lakukan selaras dengan kebijakan pemerintah yang mendorong adaptasi kebiasaan baru menuju recovery ekonomi nasional, sehingga masyarakat dan perekonomian dapat berjalan secara produktif, namun tetap aman dari Covid-19,” jelas Budi Karya saat Rapat Kerja tersebut.

Dalam Rancangan RKP Tahun 2021, Kementerian Perhubungan diamanahkan untuk mewujudkan Proyek Prioritas Strategis yaitu, pembangunan Infrastruktur Ekonomi seperti Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu (Pelabuhan Kuala Tanjung, Kijing, Tanjung Priok, Makassar, Bitung, dan Sorong); Kereta Api Makassar-Pare-Pare; Jembatan Udara 37 Rute di Papua. Kedua, pembangunan Infrastruktur Transportasi Perkotaan yaitu mewujudkan Sistem Angkutan Umum Massal di 6 Wilayah Metropolitan (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, dan Makassar).

Kemhub mendapatkan Pagu Indikatif Tahun Anggaran (TA) 2021 sebesar Rp 41,3 triliun berdasarkan Surat Bersama Pagu Indikatif Tahun 2021 yang telah diterbitkan Kementerian Keuangan dan Bappenas pada tanggal 8 Mei 2020.

“Besaran pagu indikatif tersebut jauh di bawah pagu kebutuhan 2021 Kementerian Perhubungan yang semula sebesar Rp 75,7 triliun. Namun kami tetap berkomitmen melaksanakan program kerja tahun 2021, serta melanjutkan program kerja tahun 2020 yang sempat tertunda dengan kebijakan refocusing anggaran pemerintah untuk pengendalian pandemi Covid-19, sehingga anggaran Kemhub tahun 2020 dapat dihemat sebesar Rp 10,4 triliun,” ujar Menhub.

Adapun komposisi alokasi anggaran pada empat program yang menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan terdiri dari program infrastruktur konektivitas sebesar Rp 36,769 triliun, program pendidikan dan pelatihan vokasi sebesar Rp 3,296 Triliun, program dukungan manajemen sebesar Rp 1,082 triliun, serta program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi sebesar Rp 197 milyar.

Budi Karya juga menegaskan bahwa Kemhub tetap berkomitmen untuk meningkatkan kinerja pembangunan sektor transportasi melalui skema investasi melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta mengoptimalkan skema Kerjasama Pemanfaatan (KSP)/ Kerjasama Penyediaan Infrastruktur (KSPI) untuk menyediakan layanan yang professional, kompetitif, serta mengurangi biaya operasional dari APBN sekaligus mendatangkan nilai tambah. [(Alexander)//Editor : Ersan]

Petugas Pemakaman Covid 19 Terpeleset Di Liang Kubur, Selengkapnya Klik Video atau Link Berikut ini

https://youtu.be/mKIrYsuFj6A

Baca Juga :

PEMKAB KAPUAS LAKSANAKAN REMBUK STUNTING GUNA PELAKSANAAN AKSI 3 KOMVERGENSI

Baca Juga :

ADA APA? DINAS PUPR MENGHINDAR SAAT AKAN MEDIASI DENGAN WARTAWAN DAN LSM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here