Beranda Opini Spekulasi Politik Menerpa Malaysia

Spekulasi Politik Menerpa Malaysia

53
0

[Redaksi//Editor : Ersan]

MELAYU POS INDONESIA – Spekulasi politik menerpa Kerajaan Malaysia, dari informasi membelotnya 4 dari ahli perlemen partai UMNO mendukung Anwar Ibrahim menyusul banyak lagi gabung koalisi oposisi. Sekarang posisi mayoritas PM Mahyiddin Yassin ada 113 kursi melawan 109 oposisi kursi dari total 222 kursi. Akankah Anwar Ibrahim melenggang sukses menjadi Perdana Menteri ?

Persoalan goncangnya pemerintahan Malaysia dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yasin yang baru berusia 7 bulan (February – September 2020) menjadi isu spekulasi. Persoalan tersebut menimbulkan spekulasi serius bagi para pemerhati politik tanah semenanjung tersebut, Mengingat recovery ekonomi akibat crisis Covid 19 mulai membaik. Malaysia kini memerlukan pemulihan ekonomi dan nengatasi masalah akibat Covid 19.

Apakah dampak kegoncangan itu menyebabkan PM Muhyiddin akan jatuh pertengahan jalan sebelum masanya pilihan Raya (PRU) tahun 2022 atau tidak?. Semua opsi kemungkinan itu dapat saja terjadi. Tidak siapapun yang dapat mengetahui dengan pasti.

Yang jelas asal muasal kegoncangan, adalah muncul berita bahwa ada empat orang ahli perlemen dari unsur partai UMNO keluar dari aliansi Mufakat Nasional (MN) seraya menyatakan mendukumg oposisi pimpinan Tan Sri Anwar Ibrahim. Bersamaan dengan itu oposisi menegaskan bahwa kini Pakatan Harapan (PH) atau oposisi menjadi mayoritas di perlemen,Sebab ada lagi yang akan menyusul dukung Anwar Ibrahim dalam sidang perlemen yang dirancang pada 2 November 2020 yang akan datang.

Tujuan utamanya menganjurkan perlemen bersidang adalah menetapkan Anwar Ibrahim dari PH membentuk pemerinthan baru, mengganti PM Muhyiddin sekarang.

Tan Sri Anwar Ibrahim seperti dipublikasikan media resmi Malaysia Morning Briefing edisi 25 September 2020 ia telah coba menghubungi Dipertuan Agong untuk menghadap kebawah duli beliau untuk menyampaikan laporan situasi itu, untuk mengambil langkah kearah penggatian PM. Hanya permohonan belum dapat dikabulkan disebabkan Yang Dipertuan Agung dalam keadaan kurang sehat masih dirawat, dengan demikian harus menunggu
Memang demikianlah scenario kenegaraan Malaysia. Yang keberadaan Dipertuan Agong symbol Monarki kekuasan tinggi Melalui restu beliaulah proses politik dijalankan.Selebihnya ada sidang perlemen, ada koalisi. Partai partai, ada pilihan raya

Anisah Shukry dalam artikelnya dibawah judul King has several option. after Anwar Ibrahim S (power play) Yang Dipertuan Agong mempunyai beberapa opsi terhadap power yang diperoleh Anwar Ibahim (B lomberg Morning Brief, 24/8/20) Ia menulis bahwa salah satu pilihan opsi jika perlemen dibubarkan ada tempo 60 hari untuk melaksanakan Pilihan Raya. Demikian Anisah Shukry expert analis politik dari Putra Jaya Kuala Lumpur.

Penulis percaya semua ini terletak kebijakan kepada Yang Dipertuan Agong. Tidak pasti akan serupa dengan kes penggatian PM Mahathir Muhamad kepada PM Muhyiddin Yasssin. Meski pemihakkan perlemen mayoritas kepada Tan Sri Anwar Ibrahim tercapai.

Jakarta 27 September 2020
*) Masud HMN adalah Doktor Dosen Pascasarjana Univeritas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta. Email masud.riau@gmail.com

Tonton Juga :

Baca Juga :

Paripurna DPRD Tanjabtim, Sampaikan Kata Akhir Fraksi Fraksi Tentang Nota RPD Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020

Baca Juga :

KPU Tanjabtim Gelar Rapat Pleno Pencabutan Undian No Urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Serta Penanda Tanganan Pakta Integritas Pilkada 2020. Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here