Beranda Opini Melayu Yang Terpinggirkan

Melayu Yang Terpinggirkan

33
0

Oleh DR Mas ud HMN*)

(MELAYU POS INDONESIA) – yang terpinggirkan dalam persfektif tulisan ini maksudnya bangsa Melayu keberadaanya identic posisi tidak baik dalam era sekarang , baik secara kehakikian ontologis maupun dalam kondisi intelektualnya serta nilai moralnya. Apa hal menimpa pada Melayu ? Apa takrif Melayu itu menggapai masa depan Pertanyaan tentang apa yang menimpa Melayu Secara sederhana bisa dijawab yaitu nasib tak beruntung alias Melayu terpinggirkan.

Mulai sisi agama, ekonomi, ilmu, budaya dan hubungan internasional atau global. Lalu apa takrif Melayu, adalah nilai budaya, agama yang
dianut orang dikawasan yang meliputi Asia Tenggara.

ASEAN sekarang Bangsa inilah yang tidak beruntung Hal ini mengingat bangsa Melayu mulai tidak maju ekonominya hilamg nilai agamanya, yang ditunjukkan oleh sekulernya
masyrakat wilayah ini karena mereka, tidak peduli pada spiritual keimanan dalam perilaku sosial mereka. Dapat diduga Jika saja tokoh Hang Tuah masih hidup dipastikan ia akan berduka berat. Karena jauh jauh hari ia sudah betestimony atau meninggalkan wasiat Tak Melayu Hilang di bumi, Ini menjadi tantangan besar untuk memastikan bangsa Melayu ada Melayunya, karena Melayu identik dengan agamanya Dengan kata lain wujud ke melayuan mereka dengan Spiritual keimanan Sejatinya adalah kepatuhan kepada perintah Allah Subhanahu wataala oencipta langit dan bumi alam semesta. Yang dicerminkan dalam tindak tanduk dibumi.

Kemudian Nilai keimanan ini pula menjadi nilai
transedenta l tak lapuk oleh hujan tak lekang oleh panas. Maka dalam rangka Nilai transdental ini diharapkan berfungsi timbangan moral untuk beprrilaku sebagai krriteria menghindari percampran aduan yang
baik dan buruk Keriteria baik buruk identik prasa ibrah atau teladan untuk mengambil meneladani nilai baik dan menjauhi nilai buruk.
Memang kejayaan Melayu dimasa lalu terkait nilai intelektual, nilai budaya, etos ekonomi juga wisdom globalnya, Pada masa itulah Melayu hebat, berjaya memimpin zaman Dalam gubungan ini ada ucapan relevant dari A.

Ghafar Usman anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Riau periode 1999 sd 2019 yaitu Melayu harus bangkit dengan menata dirinya, menjadi pekerja keras Dalam pandangan mantan Kakanwil Departemen
Agama RI itu kerja keras itu adalah kunci
perubahan. Tanpa itu sulit mencapai keadaan yang lebih baik. Demikian A Ghafar Usman yang disamapaikan pada Refleksi Pusat Kajian Peradaban Melayu akhir tahun 2018 di Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat.

Saya setuju dengan pendapat A Ghafar Usman diatas. Tiada yang mustahil bagi para pejuang keras. Masa depan ditentulan oleh kerja dan doa. Diatas semua itu .setidaknya dari dikursus diatas kita dapat membuat simpulan yaitu
Memang benar Bangsa Melayu dilupakan tak
dipedulikan dan ada dalam nasib tidak beruntung, miskin ekonomi, tak berdaya dalam politik dan tergerus nilai agamanya.

Dalam hal ini Indonesia sebagai bangsa Melayu dalam jumlah populasi terbesar, seyogyanya bangkit berjuang memperbaiki keadaan Jangan dilupakan bangsa Melayu tidak hilang dibumi
adalah identic dengan melestarikan nilai agama. Dan eksistensi bangsa Melayu Harus menjadi wajib ditegakkan.

Dari point diatas pada komteks filsafat nampaknya ontology atau hakiki Melayu identic bangsa yang sedang dihempas gelombang zaman Nyaris dilupakan. Adakah mungkin Melayu muncul dengan mengulang masa hebat masa lalu. Jawabnya tak ada yang tahu.Wallahu aklam bissawab

Jakarta 1 July 2020

*) DR Mas ud HMN adalah Dosen Pascasarjana
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA)
Jakarta

Warga Di 4 Desa Di Halmahera Menuntut Hak, Selengkapnya Klik Link Atau Video Berikut ini

https://youtu.be/d-tj3l2NoVI

Baca Juga :

Kadinsos Akan Pecat Koordinator PKH Ciasem Diduga Nyambi Jadi Suplayer Bantuan Bermasalah

Baca Juga :

PEMDES SUNGAI BERAS KEMBALI SALURKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI(BLT)SEBANYAK 88 KK UNTUK TAHAP KE-III

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here