Beranda Olahraga & Selebriti Kesbangpol Tanjabtim Gelar Rakor Penanganan Konflik Manusia dan Satwa Liar

Kesbangpol Tanjabtim Gelar Rakor Penanganan Konflik Manusia dan Satwa Liar

20
0
Tanjabtimur Melayuposindonesia.com – Konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya buaya muara, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Menyikapi hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tanjabtim menggelar Rapat Koordinasi Forkopimda di Aula Kantor Desa Jati Mulyo, Kecamatan Dendang, Kamis (28 Agustus2025) pagi..

Rakor dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanjabtim, Nusirwan, SE, didampingi sejumlah pejabat lintas sektor, mulai dari aparat penegak hukum, TNI-Polri, hingga perwakilan OPD terkait.

News Post : Ingin Jadikan Festival Mandi Safar Iven Nasional, Bupati Dillah Hich Minta Dukungan Penuh 

Turut hadir di antaranya Kasubdit I Intel Kejari, Kukuh Prima, SH, Kepala Kesbangpol Tanjabtim, Zeky Zulkarnaen, S.Sos, Kabag Ops Polres Tanjabtim diwakili Iptu Kusuma Wijaya, Kapolsek Dendang Iptu Sunarto, Sat Reskrim Polres Tanjabtim Iptu Agung S.P.S, SH, Danramil Muarasabak Kapten Inf Zulkarnain, SH, Kadis Kominfo Fajar Alamsyah, SE, BKSDA, DJPRL, serta camat, Lurah, kepala Desa, ketua BPD, dan tokoh masyarakat Kecamatan Dendang.

Dalam pertemuan ini, dibahas secara khusus penanganan, pencegahan, dan penanggulangan konflik manusia dengan satwa liar, dengan fokus utama konflik antara warga dan buaya muara yang mendiami sungai-sungai di Kecamatan Dendang.

“Kecamatan Dendang memiliki alam yang subur dan perairan yang kaya ekosistem, namun di balik itu terdapat tantangan serius, yakni meningkatnya interaksi warga dengan satwa liar, khususnya buaya muara. Kondisi ini harus ditangani bersama secara terpadu dan kolaboratif,” ujar Nusirwan dalam arahannya.

Rakor ini menyoroti empat aspek utama dalam penanganan konflik, yaitu: Keselamatan warga dari ancaman satwa liar. Keseimbangan ekosistem agar satwa tetap terjaga tanpa merugikan masyarakat. Pembangunan ekonomi, khususnya aktivitas nelayan dan warga yang bergantung pada sungai. Regulasi dan hukum terkait pengelolaan satwa liar yang dilindungi.

Kaban Kesbangpol Tanjabtim Zeky Zulkarnaen, S.sos, menyampaikan kegiatan ini dengan mengusung tema “Penanganan Pencegahan Dan Penanggulangan Konflik Antar Manusia Dan Satwa Liar Khususnya Di Kecamatan Dendang, maksud dilaksanakannya kegiatan ini untuk peningkatan penanganan, pencegahan dan penanggulangan terhadap satwa liar yang dapat mengganggu stabilitas keamanan masyarakat, dengan tujuan, meminimalisir interaksi dengan satwa liar di kecamatan Dendang. Baik itu satwa yang tergolong ganas maupun yang tidak ganas sekalipun.

News Post : IWO Kecam Kekerasan Terhadap Sejumlah Wartawan, Oleh Perusahaan Pengolah Limbah di Serang Banten 

Kabupaten Tanjab Timur khususnya Kecamatan Dendang sebagian besar memiliki sungai yang di tempati satwa liar yang di lindungi berupa buaya muara, selain itu di kecamatan dendang juga di anugerahi alam yang subur dan perairan yang kaya akan ekosistem yang masih terjaga, namun di balik itu semua terdapat tantangan yang sangat serius yaitu meningkatnya interaksi antara manusia dengan satwa liar, khususnya buaya muara yang mendiami sungai sungai yang ada di kecamatan dendang.

Menghadapi persoalan ini diperlukan penanganan yang terpadu, sistematis dan berbasis kolaborasi lintas sektoral. kita tidak bisa menyerahkan tanggung jawab ini kepada satu pihak, kita semua baik itu elemen Pemerintah, Aparat keamanan, Tokoh masyarakat, Akademisi hingga masyarakat nelayan semua harus bergerak bersama untuk menghadapi persoalan ini.

“Forum ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk bersatu padu menghadapi tantangan konflik manusia dan satwa liar. Harapannya, keselamatan warga tetap terjamin dan ekosistem alam pun tetap lestari,” tutup Nusirwan.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah komitmen bersama untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, memperkuat sosialisasi, serta mempererat sinergi lintas sektor dalam menghadapi konflik manusia dan satwa liar di Kecamatan Dendang.

Kegiatan berlangsung dengan sesi tanya-jawab antara peserta dan Nara sumber. (Ramzi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini