Beranda Opini Membaca Dinamika Politik

Membaca Dinamika Politik

42
0

Oleh Masud HMN

Melayu Pos Indonesia – Semakin dekat eskalasi hari Pemilihan Umum (Pemilu) makin dinamis. Tahun 2024 tahun dilaksankan pemilu tak terkecuali.Kian panas pula suasananya. Biasanya kalau inkumben presiden lama turut dalam kompetisi. Tetapi sama saja Jokowi Presiden tidak ikut bersaing, karena tidak ikut calon. Namun saja ia tidak ikut. Tetapi anaknya yaitu Gibran Rakabumi Raka adalah calon wakil Presiden.

Sikap cawe cawe atau intervensi Presiden Jokowi dala marti intervensi semakin nyata. Amat terlihat sekarang ini dalam bantuan social berbungkus bansos berisikan kampanye Mengatakan ini bantuan Presiden pada hal bantuan Negara.

Ada cara disampaikan sendiri ada pula dengan melibatkan aparat. Bantuan dari uang anggaran pemerintah disulap jadi bantuan lembaga tertentu. Tujuannya untuk kampanye memenangkan calon tertentu.

Carana mengintruksikan aparat desa Yaitu memobilisasi bantuan sembako dan bantuan social tunai pada masyarakat umum Moment waktunya adalah hari har  mendekat pencoblosan.

Ada juga program bertujuan yang dibuat agar jangan terjadi ribut ribut.Agar rencana tercapai dengan sukses. Maksudnya agar tak ada yang merecoki.

Kembali tentang cara bisa macam macam. . Seperti kompromi dengan pihak pihak yang tak sejalan. Mengusahakan kompromi sementara sampai program tercapai.

Seperti mendiamkan perkara tertentu yang dapat menimbulkan gejolak. Terutama pejabat pemerintah yang memegang fungsi, Misalnya Peja diungkapkan bat Kepala pada penindakan korupsi (KPK).

Hal ini terungkap oleh kasus di panas – panaskan nya kejadian ketua KPK. Yang perkara ini tidak disenangi oleh Presiden Jokowi dengan memarahi Ketua KPK yang baru. (bocor Alus Program Tube , 12 Februari 2024, TV)

News Post : Mungkinkah Pemakzulan Presiden?

Pada dasarnya terjadi cara yang beragam dalam membaca dinamika politik menjelang Pemilu 14 Februari 2024. Presiden meskipun tidak calon Presiden, namun berpihak kepada calon tertentu. Yaitu puteranya Gibran Rakabumi Raka menjadi calon wakil presiden dar Prabowo Subianto nomor urut dua.

Maka memahami dinamik politik semakin penting. Target tujuannya jangan sampai dimanipulasi.Kita bangsa yang beretika, jujur dan damai. Marilah kita laksanakan pemilu bermartabat.

Masud HMN adalah Doctor Dosen Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

Baca Juga :

Dato Rais Yatim Yang Terus Berkarya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini