Beranda Indonesia News Islam Dan Sejarah

Islam Dan Sejarah

108
0

Oleh Masud HMN

Melayu Pos Indonesia – Tidak banyak yang membicarakan sejarah dan esensinya padahal diantara konsep memahami ajaran dalam Islam terdapat sejarah. Untuk mengerti konsep islam amat lah penting untuk memahaminya.

Begitu urgent Islam dan sejarah itu Haseena Hashias seorang Guru Besar Departemen Geografi, Jamia Islamia New Delhi India, menulis perlunya hal itu. Ia memandang konsep sejarah berkaitan dengan konsep fundamental Islam. Karenanya mesti di bahas dan dipahami dalam perspektif sama;
Agar relevant dengan konteks yang ada secara holistik berkaitan, dan tidak berada dilain persoalan.

Agar menjadi satu kesatuan pemahaman yang utuh,. Yakni takrif atau pengertian yang sama.
Demikian pendapat Haseena Hashias. Tujuannya untuk menghindari mis interpretasi sejarah. Yang bisa menimbulkan salah menerima konsep sejarah.

Seperti disampaikan Prof Dr Salim Said (80) bahwa sejarah itu fragmented, terkait dengan kasus. Pada kejadian itulah sejarah itu dipahami, Karena itu kelahiran 10 Nopember 1943 ber pendapat ada dinamika pengertian sejarah itu. Tidak mungkin terhadap satu masalah ditafsirkan dengan problem yang berbeda, Mestinya demikianlah mempelajari sejarah.

Salim Said lahir dari suku Bugis mengemukakan hal itu karena banyak interpretasi dalam sejarah. Terjadi ketidaksamaan pandangan, Masing – masing memiliki sudut pandang berbeda, demikian Salim Said Guru Besar pada Universitas Pertahanan Indonesia Jakarta.

Menarik juga Arnold Toybee (1830-1975 ) ahli sejarah Inggris pendapatnya bahwa masa depan ditentukan oleh masa kini. Sementara masa kini ditentukan masa lampau. Jadi untuk menilai masa depan perlu dipahami sejarah masa kini.

Merujuk pendapat Toynbee itu maka para sejarawan harus aktif melihat peristiwa
masa kini yang berkaitan. Mengutip Haseena yang berpendapat beragamnya tentang sejarah itu agaknya benar adanya, Karena adalah unsur sejarah dipandang ada kaitannya dengan konsep kenegaraan. Antara Islamic Cultural,
Kesatuan Negara, dan Agama.Ideologi dan Dasar Negara, akal dan ilmu (dari buku Mohamad Natsir Personality and Contribution Thought Leader 20th Centurery ,.New Delhi,Hal 173).

Dalam hazanah Islam terdapat beberapa pemikir sejarah. Diawali Ibnu Khaldun menulis Muqaddimah. Hingga Ibnu Taimiyah. Syafii Maarif dan banyak lagi. Buku buku itu berisikan pemikiran dan konsep prasejarah yang penting, Menurut Syafii Maarif (1935-2022 ) Negara dan sejarah berkaitan dalam memahami, culture, pemerintah, teritori, dan kedaulatan. Faktor ini perlu dipahami secara mendalam. Ini berkaitan dalam memahami sejarah ( Syafii Maarif, 1987, Islam dan Masalah Kenegaraan Lembaga Penelitian Jakarta).

News Post : Jokowi Gebuk Mafia Tanah Warga Tagih Janji Presiden

Dengan demikian jelas kiranya bahwa konsep sejarah itu berbeda sudut pandang, Karenanya beda interpretasi atau penjelasanya, Perbedaan penjelasan itu berbeda karena satu definisi yang umum, kedua karena terminologi (sudut pandang), Sebagai contoh interpretasi terhadap Belanda tatkala sebagai penjajah Indonesia dam Megara Belanda tidak lagi penjajah. Interpretasi penjajah dan bukan lagi penjajah berbeda, Itu satu misal dan banyak lagi permasalahan yang lain yang terjadi yang ada kesamaan.

Lantaran sejarah yang berbeda penafsiran itulah kita penting memahami sejarah. Agar sejarah itu berarti buat kita. Wallahu aklam bissawab.

Jakarta 29 Nopember 2023
Penulis Doktor Masud HMN Dosen Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.

Baca Juga :

Dr Hillary Brigitta Lasut Terima Kunjungan Tim Melayu Pos Indonesia Sulut

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini