Beranda Life Story Memiliki Ilmu Pengetahuan

Memiliki Ilmu Pengetahuan

84
0

Oleh Masud HMN

Melayu Pos Indonesia – Mencapai Negara maju salah satunya syarat ilmu pengetahuan serta menghormati guru. Bukan hanya punya pendapatan yang tinggi dan industry yang maju.

Karenanya ada keharusan dan kewajiban mencari ilmu untuk mendapatkannya. Kewajiban memperolehnya terkait dengan guru. Adanya guru merupakan sarana mendapatkan ilmu. Maka dalam membangun lembaga pendidikan dan guru menjadi urgen. Banyak Negara yang maju bukan lantaran ekonominya maju orang kaya saja.

Mari kita contoh pelajaran sejarah yakni Jepang menjadi Negara yang maju, adalah karena warga Negara Jepang rajin mencari ilmu. Ketika Jepang kalah perang dari Amerika dengan Bom Atom di kota Hiroshima dan Nagasaki colaps. Karena banyak warga Negara yang mati.

Apakah guru masih ada ?

Nasib guru bagaimana, dan apakah guru masih ada?

Jawaban pertanyaan demikian dimaksudkan guru berfungsi mengajarkan ilmu. Ini di buktikan, meskipun Jepang kalah oleh sekutu tapi ia bangkit kembali. Mencari ilmu dengan memfungsikan guru. Untuk mengajar dan mencerdaskan.

Guru adalah bab I ilmu (gerbang Ilmu), mencontoh bangsa Jepang. Guru – guru mengajarkan ilmu. Bangsa negeri Sakura untuk bangkit kembali.

Bangsa yang berilmu bangsa yang tinggi dari yang lain. Ajaran Islam mengatan “yang berilmu ditinggikan beberapa derajat”.Jadi warga Negara hendaklah berilmu.
Petunjuk lain menyatakan “kalau ingin berbahagia di dunia, hendaklah Beri sekali lagi, ilmu, kalau ingin berbahagia di akhirat hendaklah berilmu, jika mau bahagia di dunia dan akhirat hendaklah berilmu” Hadis ini menunjukkan betapa vitalnya ilmu. Untuk hidup berbahagia dan dan akhirat.

Tidak salah kalau menyimpulkan kalau mau berilmu rajinlah. Dari membaca buku belajar memperoleh ilmu. Penelitian dan belajar dari guru.

Kembali kepada Bab l ilmu atau pintu ilmu setidaknya ada tiga ialah guru, membaca buku dan penelitian. Ketiga hal itu menjadi penting dalam bab l ilmu.

News Post : Investasi dan Masa Depan

Persoalannya adalah adakah guru yang cukup. Berapa jumlah buku dan berapa jam sehari waktu membaca. Pertanyaan berikutnya berapa banyak penelitian dan apa saja penelitian dilakukan.

Pada akhirnya, kita harus memiliki ilmu dan berupaya mendapatkannya. Karena itu kita menghormati guru. Dari gurulah kita mencapai masa depan. Sekali lagi memiliki ilmu

Jakarta 26 Nopember 2023
Doktor Masud HMN adalah Dosen Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

Baca Juga :

Mengenal Ekonomi Syariah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini