Beranda Opini Bank (Berorientasi) Sosial

Bank (Berorientasi) Sosial

67
0

Oleh Masud HMN

Melayu Pos Indonesia – Menghadirkan Bank berorientasi sosial bukanlah satu hal yang mudah serta tidak terlalu populer untuk dikemukakan, Mengingat lembaga bank selalu diartikan sebagai bisnis oriented, atau mencari untung, Bukan sosial oriented alias nirlaba, Tetapi tak apalah karena saat ini Bank berorientasi sosial diperlukan.

Memang pada sejarahnya bank berfungsi untuk mendukung lembaga untuk mencari keuntungan. Pertanyaannya mungkinkah untuk menghadirkan bank beroirentasi sosial tersebut. Sebelum menjawab nungkin atau tidak mari kita tinjau dari sudut pandang berikut ini yaitu :
Pertama kita melihat secara umum lembaga bank, adalah lembaga ekonomi keuangan, Fungsinya berfungsi untuk menbantu lembaga masyrakat, yang sering disebut entrepreneur atau wira usaha.
Kedua harus diingat, lembaga msyrakat itu bukan hanya lembaga ekonomi, melainkan juga lembaga wirausaha sosial. Seperti rumah sakit, lembaga pendidikan, lembaga sosial seperti pusat rehabilitasi narkoba dan sebagainya.

Karena itu lembaga bank karena untuk fungsi kemasyrakatannya, disamping lembaga ekonomi harus juga membantu lembaga sosial. Singkat kata, bank berfungsi ganda (1) untuk bisnis mencari frofit dan (2) membantu lembaga non bisnis atau lembaga nir laba. Bank untuk kemasyrakatannya, harus beroientasi sosial. Hanya dengan peranan kemasyrakatannya Bank dapat berkembang
Hal itu sejalan dengan Mohammad Ali mantan Direktur Islamic Development Bank (IDB) berkantor pusat di Jeddah Saudi Arabia.

Menuru dia, Bank jangan dijauhkan dari masyrakat. Bahkan Bank dan masyarakat saling mendekat.

Kata dia selanjutnya, bagaimanana mungkin masyrakat akan maju, tanpa bank dan begitu sebaliknya.Demikian Mohammad Ali ketika berpidato di IKIP Muhammadiyah pada tahun 1990. Saat itu menjadi pembicara tamu atas undangan Pimpinan Pusat Muhammmadiyah.
Yang menarik lagi adalah pandangan Mohmmad Yunus dari Bangladesh. Ia menyatakan bagaimana uang atau capital yang ada pada Bank tapi tidak berfaedah dalam membertantas kemiskinan masyrakat.

Bagi Mohamad Yunus (81) peraih Nobel kemanusiaan dari Bangladesh itu Bank harus berfungsi sosial. Ia kemudian mendirikan Grameen Bank, sebuah Bank Sosial untuk membantu orang miskin pada level bawah. Tujuannya menciptakan kebangkitan sosial lapis bawah dengan wirausaha sosial. Dimulai dari kelompok ibu ibu, dan wiraswasta muda lapis bawah kalangan miskin.

Dalam bukunya Banker to The Poor ia menguraikan persoalan kemsikinan dan peranan Bank. Rakyat miskin agar diberikan peluang agar mereka dapat merubah nasibnya. Salah satu dengan syarat bank yang ringan.

Dapat disimpulkan dua tokoh yaitu Mohammad Ali dan Muhammmad Yunus dua tokoh yang telah membuka pandangan yang maju. Yaitu bagaimana Bank dapat berkerjasama dengan fungsi sosial, Yang kemudian dikatakan sebagai Bank berfungsi sosial.

Rasa rasanya banyak sekali turunan Bank berorientasi sosial itu dapat dilaksanakan. Hal itu behadapan dengan lahannya terbentang luas. Sebutlah proyek bidang kesehatan (Rumah Sakit), pendidikan (universitas), lembaga reahabilitasi sosial dan Panti. Maksudnya Bank mengulurkan tangan, dan bekerjasama, sekaligus mencarikan jalan keluarnya.

Sekarang muncul corporate philantropi yang menghimpun sumbangan dari frofit perusahaan diberikan pada lembaga sosial yang nirlaba tersebut. Harapannya lemabaga nirlaba bisa eksis memenuhi perannya dalam masalah sosial dengan dukungan corporasi dengan tanggung jawab sosialnya.

Sesungguhnya Corporate philantropi itu adalah orientasi yang memadukan motive ekonomi dan motive sosial. Dengan begitu terjadi gerakan kemasyrakatn yang luas, Harapannya dapat memajukan tingkat pembangunan masyarakat (sosial development).

Terhadap pertanyaan diawal artikel ini mungkinkah Bank tidak hanya berfungsi ekonmi laba, melainkan juga orientasi sosial, maka jawabnya adalah sangat mungkin. Yaitu memadukan Produk komersial frofit dan produk sosial philamtropis.

Masyarakat mendekati Bank dan Bank juga mendekati masyarakat. Terjadinya kesjasama yang sebaik baiknya akan membawa satu kemajuan yang dicita caitakan.
Dengan demikian adanya kerjasama, bank berfungsi sosial bergandengan tangan dengan lambaga nirlaba, akan menjadikan masyrakat yang maju.Yang terbaik untuk bank, berfaedah juga untuk lembaga sosial nirlaba. Semoga.

Jakarta 10 Oktober 2021
*) Masud HMN adalah Doktor Dosen Pascasarjana Universitas Muhammmadiyah Pof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta, Email masud.riau@gmail.com

Baca Juga :

Kebakaran Kembali Terjadi Di Tanjab Timur

Baca Juga :

Pembangunan Berbasis Sumber Daya Insani Masa Depan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here